Kalkulator Diskon (Discount Calculator)
Masukkan harga dan diskon untuk melihat harga akhir dan penghematan sebenarnya. Bisa tambah diskon kedua.
Akhir = harga × (1−d1) × (1−d2). Dua diskon tidak dijumlah langsung.
Rumus dasar menghitung diskon
Untuk satu diskon, penghematan dihitung dengan hemat = harga x diskon% / 100, lalu harga akhir = harga - hemat. Cara yang lebih cepat: harga akhir = harga x (1 - diskon%/100). Bila ada dua diskon bertumpuk, diskon pertama dihitung dulu, baru diskon kedua dikenakan pada sisa harga, sehingga harga akhir = harga x (1 - d1) x (1 - d2). Untuk mengetahui seberapa besar potongan yang sebenarnya Anda terima, gunakan diskon efektif = (total hemat / harga awal) x 100.
Contoh perhitungan
- Harga Rp250.000 diskon 30%: hemat = 250.000 x 0,30 = Rp75.000, harga akhir = Rp175.000.
- Harga Rp1.000.000 dengan diskon 20% lalu tambahan 10%: 1.000.000 x 0,8 x 0,9 = Rp720.000. Total hemat Rp280.000, diskon efektif 28%.
- Harga Rp1.000.000 dengan diskon 50% lalu 50% lagi: 1.000.000 x 0,5 x 0,5 = Rp250.000, jadi hemat Rp750.000 atau efektif 75%, bukan gratis.
- Ingin tahu harga asli? Jika harga setelah diskon 20% adalah Rp800.000, maka harga awal = 800.000 / 0,8 = Rp1.000.000.
Kenapa dua diskon tidak boleh dijumlahkan langsung
Menjumlahkan dua diskon secara langsung adalah kesalahan yang paling sering terjadi. Diskon 20% + 10% terasa seperti 30%, padahal diskon kedua hanya dikenakan pada harga yang sudah turun, bukan harga awal, sehingga diskon efektifnya 28%, bukan 30%. Semakin besar angkanya, selisihnya makin terasa: diskon 50% + tambahan 50% bukan 100% alias gratis, melainkan hanya 75% karena setengah kedua dihitung dari setengah yang tersisa. Aturan mudahnya: dua diskon bertumpuk selalu lebih kecil daripada penjumlahan langsung keduanya.
Kapan alat ini membantu keputusan belanja
- Membandingkan dua promo yang bentuknya berbeda. Contoh: Toko A memberi diskon 40%, Toko B memberi diskon 30% lalu voucher 15%. Diskon efektif B = 1 - 0,7 x 0,85 = 40,5%, jadi untuk harga Rp1.000.000, B (Rp595.000) sedikit lebih murah daripada A (Rp600.000).
- Memilih antara voucher nominal dan diskon persen. Voucher Rp50.000 setara dengan diskon 10% saat harga Rp500.000; di bawah itu voucher nominal lebih hemat, di atasnya diskon persen lebih hemat.
- Menghitung mundur harga asli dari harga promo untuk mengecek apakah itu benar-benar diskon atau harga yang sempat dinaikkan dulu.
- Menaksir apakah promo diskon hingga 70% layak dikejar, karena kata hingga berarti nilai maksimum yang biasanya hanya berlaku untuk sedikit barang.
Kesalahan umum saat menghitung diskon
- Menjumlahkan dua diskon menjadi satu angka, misalnya 20% + 10% dianggap 30%.
- Menghitung diskon dari harga yang sudah dinaikkan penjual, sehingga penghematan terlihat lebih besar dari kenyataan.
- Mengira beli 2 gratis 1 sama dengan diskon 50%, padahal efektifnya sekitar 33% karena Anda membayar 2 barang untuk mendapat 3.
- Lupa memasukkan ongkos kirim, biaya layanan, atau syarat minimum pembelian yang dapat menghapus keuntungan diskon.
Batasan dan hal yang perlu diperhatikan
Alat ini hanya menghitung diskon terhadap harga barang. PPN, ongkos kirim, biaya layanan, atau biaya admin tidak ikut dihitung dan perlu ditambahkan secara terpisah. Perlu diingat juga bahwa cashback berbeda dengan diskon: pada diskon, harga yang Anda bayar langsung berkurang, sedangkan cashback dikembalikan setelah pembayaran, sering dalam bentuk saldo atau poin dengan batas maksimum, sehingga nilai riilnya bisa lebih kecil. Selalu periksa syarat seperti minimum pembelian dan batas potongan sebelum menyimpulkan promo mana yang paling hemat.
Angka yang Anda masukkan dihitung di browser, tidak dikirim ke server.
Baca kebijakan privasi →Pertanyaan yang sering diajukan
Kenapa diskon 20% lalu 10% tidak sama dengan diskon 30%?
Karena diskon kedua dihitung dari sisa harga setelah diskon pertama, bukan dari harga awal. Diskon 20% memotong harga menjadi 80%, lalu 10% memotong 80% itu menjadi 72%, sehingga total potongan hanya 28%. Diskon bertumpuk selalu lebih kecil daripada penjumlahan langsung.
Apa itu diskon efektif dan bagaimana menghitungnya?
Diskon efektif adalah total penghematan yang dinyatakan sebagai persen dari harga awal, dihitung dengan (total hemat / harga awal) x 100. Angka ini berguna untuk membandingkan promo yang bentuknya berbeda, misalnya satu diskon besar melawan beberapa diskon kecil yang bertumpuk.
Apakah urutan dua diskon memengaruhi harga akhir?
Tidak, selama keduanya berupa persen. Diskon 20% lalu 10% memberi hasil yang sama dengan 10% lalu 20% karena perkalian bersifat komutatif (0,8 x 0,9 = 0,9 x 0,8). Urutan baru berpengaruh jika salah satunya berupa potongan nominal rupiah, bukan persen.
Diskon 50% + 50% apakah berarti gratis?
Tidak. Setengah kedua dihitung dari harga yang sudah tinggal setengah, jadi harga akhir = harga x 0,5 x 0,5 = 25% dari harga awal. Artinya diskon efektifnya 75%, dan Anda tetap membayar seperempat harga.
Lebih hemat mana, voucher Rp50.000 atau diskon 10%?
Tergantung harga barang. Titik impasnya di Rp500.000, karena 10% dari Rp500.000 tepat Rp50.000. Untuk harga di bawah Rp500.000 voucher nominal lebih hemat, sedangkan di atas Rp500.000 diskon persen memberi potongan lebih besar.
Bagaimana cara mencari harga asli sebelum diskon?
Bagi harga setelah diskon dengan (1 - diskon%/100). Contoh: jika harga setelah diskon 20% adalah Rp800.000, harga aslinya = 800.000 / 0,8 = Rp1.000.000. Cara ini berguna untuk mengecek apakah klaim diskon toko benar-benar sesuai.