Kesehatan/Harian

Kalkulator BMI (Body Mass Index)

Hitung Body Mass Index (BMI) dari berat dan tinggi badan, lengkap dengan kategori WHO.

BMI = berat(kg) ÷ tinggi(m)². Berdasarkan kategori WHO. Semua di browser.

Rumus BMI dan cara kerjanya

BMI dihitung dengan membagi berat badan (kg) dengan tinggi badan (meter) yang dikuadratkan: BMI = berat ÷ (tinggi × tinggi). Kuncinya, tinggi harus dalam meter, bukan sentimeter, jadi 175 cm ditulis 1,75 m lalu dikuadratkan menjadi 1,75 × 1,75 = 3,0625. Untuk berat 70 kg: 70 ÷ 3,0625 = 22,9, yang masuk kategori normal. Karena bagian tinggi dikuadratkan, pengaruh tinggi jauh lebih besar daripada terlihat: pada berat yang sama, orang yang lebih pendek akan mendapat BMI lebih tinggi, dan orang yang lebih jangkung mendapat BMI lebih rendah.

Kategori standar WHO untuk orang dewasa

  • Di bawah 18,5 — kurus (underweight).
  • 18,5 sampai 24,9 — normal.
  • 25,0 sampai 29,9 — kelebihan berat (overweight).
  • 30,0 sampai 34,9 — obesitas kelas I.
  • 35,0 sampai 39,9 — obesitas kelas II.
  • 40,0 atau lebih — obesitas kelas III.

Kenapa ambang di Indonesia bisa berbeda dari WHO

Ambang WHO di atas berlaku umum secara global, tetapi banyak acuan di Asia memakai batas yang lebih rendah. Alasannya, pada tinggi dan BMI yang sama, populasi Asia rata-rata cenderung memiliki persentase lemak tubuh lebih tinggi. Pedoman Kementerian Kesehatan Indonesia yang umum dikutip memakai klasifikasi Indeks Massa Tubuh (IMT): di bawah 17,0 sangat kurus; 17,0 sampai 18,4 kurus; 18,5 sampai 25,0 normal; 25,1 sampai 27,0 gemuk ringan; di atas 27,0 obesitas (periksa pedoman resmi terbaru atau konsultasikan dengan tenaga kesehatan). Artinya seseorang dengan BMI 26 masih disebut overweight menurut WHO, tetapi sudah tergolong gemuk menurut standar nasional, dan BMI 28 sudah obesitas versi Kemenkes meski belum mencapai 30. Kalkulator ini menampilkan kategori WHO sebagai acuan internasional; bila Anda mengikuti anjuran lokal, gunakan ambang Kemenkes sebagai pembanding.

Contoh perhitungan nyata

  • Berat sama, tinggi berbeda: 65 kg pada tinggi 1,70 m memberi 65 ÷ 2,89 = 22,5 (normal), sedangkan 65 kg pada 1,55 m memberi 65 ÷ 2,4025 = 27,1 — sudah overweight menurut WHO dan obesitas menurut Kemenkes. Berat yang identik bisa jatuh di kategori yang sangat berbeda hanya karena selisih tinggi.
  • Menghitung target berat: pada tinggi 1,68 m, batas atas normal BMI 25 setara 25 × 2,8224 = 70,6 kg. Jika berat Anda kini 78 kg (BMI 27,6), Anda perlu turun sekitar 7,4 kg untuk menyentuh batas atas rentang normal WHO.
  • Efek 1 kg: pada tinggi 1,75 m, setiap 1 kg mengubah BMI sekitar 0,33 poin. Naik dari 70 kg ke 73 kg menggeser BMI dari 22,9 ke 23,8 — masih di dalam rentang normal, jadi fluktuasi berat harian tidak perlu terlalu dicemaskan.

Kapan BMI berguna dan kapan menyesatkan

  • Berguna untuk skrining awal: melihat kecenderungan kurang, cukup, atau berlebih pada banyak orang tanpa alat khusus.
  • Berguna untuk memantau tren pribadi: membandingkan BMI Anda sendiri dari bulan ke bulan pada tinggi yang tetap.
  • Menyesatkan pada atlet dan binaragawan: otot lebih padat dan berat daripada lemak, sehingga BMI tinggi belum tentu berarti kelebihan lemak.
  • Kurang tepat untuk lansia: massa otot menurun seiring usia, sehingga BMI yang tampak normal bisa menyembunyikan lemak berlebih.
  • Tidak dipakai untuk anak, remaja, dan ibu hamil: mereka memakai kurva pertumbuhan atau ukuran lain, bukan ambang BMI dewasa.

Kesalahan umum saat memakai BMI

  • Memasukkan tinggi dalam sentimeter langsung ke rumus meter. Angka 170 harus menjadi 1,70; bila 170 dikuadratkan, hasilnya melenceng jauh.
  • Menganggap BMI mengukur persentase lemak. BMI hanya rasio berat terhadap tinggi dan tidak membedakan lemak, otot, tulang, atau air.
  • Terlalu mengejar angka desimal. Selisih BMI 24,8 dan 25,1 secara kesehatan hampir tidak berarti; yang penting adalah rentang dan tren, bukan satu angka pas.
  • Membandingkan angka dengan standar yang berbeda. Pastikan Anda tahu apakah acuan memakai ambang WHO atau Kemenkes sebelum menyimpulkan kategori.

Batasan dan perhatian

BMI adalah alat skrining kasar, bukan diagnosis. Ia tidak mengukur di mana lemak menumpuk, padahal lemak di sekitar perut lebih berkaitan dengan risiko kesehatan daripada lemak di paha atau pinggul. Indikator seperti lingkar pinggang, rasio pinggang terhadap tinggi, tekanan darah, gula darah, dan profil lemak darah memberi gambaran yang lebih lengkap. Gunakan BMI sebagai titik awal, lalu diskusikan hasilnya dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengubah pola makan, memulai program olahraga, atau mengambil keputusan kesehatan apa pun.

Apakah data saya aman?

Berat dan tinggi Anda dihitung di browser, tidak dikirim ke server.

Baca kebijakan privasi

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa BMI yang dianggap sehat?

Menurut WHO, BMI 18,5 sampai 24,9 dianggap normal untuk orang dewasa. Kementerian Kesehatan Indonesia memakai rentang yang mirip, yaitu 18,5 sampai 25,0. Di bawah rentang itu cenderung kurus dan di atasnya cenderung berlebih, tetapi angka ini hanya skrining awal, bukan penilaian kesehatan menyeluruh.

Kenapa BMI saya tinggi padahal saya berotot?

BMI hanya membagi berat dengan kuadrat tinggi, jadi ia tidak bisa membedakan otot dari lemak. Otot lebih padat dan lebih berat daripada lemak, sehingga orang yang rutin latihan beban bisa berada di kategori overweight meski persentase lemaknya rendah. Untuk kasus seperti ini, ukuran seperti lingkar pinggang atau persentase lemak tubuh lebih informatif.

Saya sebaiknya pakai standar WHO atau Kemenkes?

Kalkulator ini menampilkan kategori WHO sebagai acuan internasional. Jika Anda mengikuti anjuran kesehatan di Indonesia, bandingkan juga dengan ambang Kemenkes yang sedikit lebih rendah, di mana obesitas mulai di atas 27,0, bukan 30. Untuk keputusan pribadi, ikuti standar yang dipakai dokter atau fasilitas kesehatan yang Anda kunjungi.

Bagaimana cara menghitung berat sasaran untuk turun satu kategori?

Kalikan target BMI dengan kuadrat tinggi Anda dalam meter untuk mendapat berat sasaran. Contoh, pada tinggi 1,68 m, batas atas normal BMI 25 setara 25 × 2,8224 = 70,6 kg. Jika berat Anda 78 kg, Anda perlu turun sekitar 7,4 kg untuk masuk rentang normal WHO.

Apakah BMI berbeda untuk pria dan wanita?

Rumus BMI sama untuk pria dan wanita, dan ambang WHO juga tidak dibedakan berdasarkan jenis kelamin. Namun pada BMI yang sama, wanita rata-rata memiliki persentase lemak tubuh lebih tinggi daripada pria. Karena itu BMI sebaiknya dilihat bersama indikator lain, bukan sebagai satu-satunya patokan.

Tinggi dimasukkan dalam cm atau meter?

Masukkan tinggi dalam sentimeter; kalkulator otomatis mengubahnya ke meter sebelum menghitung. Secara internal rumusnya tetap berat ÷ (tinggi dalam meter)², misalnya 170 cm diproses sebagai 1,70 m. Anda tidak perlu mengonversi sendiri.